Syarat Pendirian PT Perorangan untuk Usaha Kecil

Jakarta Legal ID | Legal Corporate Insights | 27 August 2026

Apa Itu PT Perorangan dan Dasar Hukumnya

Sebelum mengurus dokumen, Anda perlu memahami dulu apa itu PT perorangan dan dasar hukum yang mengaturnya. Syarat pendirian PT perorangan pada dasarnya lebih sederhana daripada PT biasa karena badan hukum ini memang dirancang untuk pelaku usaha kecil dan mikro. PT perorangan adalah badan hukum yang didirikan oleh satu orang saja, di mana seluruh modal dan kepemilikan sahamnya dipegang oleh satu pendiri tersebut, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Cipta Kerja.

Informasi dalam artikel ini diperiksa pada Juni 2024 dan mengacu pada peraturan yang berlaku saat itu. Perlu Anda ketahui, dasar hukum PT perorangan saat ini adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Peraturan pelaksananya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Perbedaan PT Perorangan dengan PT Biasa

Secara garis besar, perbedaan utama PT perorangan dengan PT biasa (PT PMDN) terletak pada jumlah pemilik dan cara pengelolaannya. PT perorangan hanya dimiliki satu orang, sedangkan PT biasa minimal dimiliki dua orang. Pengelolaan PT perorangan pun tidak wajib memiliki struktur direksi dan komisaris, karena pendirinya bertindak sekaligus sebagai direktur.

Perbedaan lain yang cukup signifikan adalah dari sisi modal. Sejak UU Cipta Kerja berlaku, tidak ada lagi batas minimum modal dasar sebesar Rp50 juta seperti ketentuan lama. Besaran modal dasar kini ditentukan berdasarkan kesepakatan pendiri dan dicantumkan dalam akta pendirian.

Kapan PT Perorangan Cocok untuk Usaha Kecil?

PT perorangan sangat cocok bagi Anda yang menjalankan usaha kecil dengan skala operasional sederhana dan tidak membutuhkan banyak investor. Bentuk ini memberikan perlindungan hukum berupa pemisahan aset pribadi dengan aset perusahaan, seperti halnya PT biasa.

Namun, jika Anda berencana mengembangkan usaha dengan mengajak mitra bisnis atau mencari suntikan modal dari investor, sebaiknya pertimbangkan untuk mendirikan PT biasa. PT biasa lebih fleksibel dalam hal penambahan pemegang saham dan pengaturan struktur organisasi. Untuk usaha yang masih dikelola sendiri tanpa rencana ekspansi besar, PT perorangan adalah pilihan yang jauh lebih praktis dan hemat biaya.

Syarat Pendirian PT Perorangan: Dokumen yang Wajib Disiapkan

Dokumen persyaratan pendirian PT perorangan sebenarnya tidak serumit PT biasa. Karena pendiri hanya satu orang, Anda tidak perlu menyiapkan akta notaris dalam bahasa Indonesia untuk badan hukum ini. Berikut rincian dokumen yang wajib disiapkan sebelum mengajukan permohonan melalui sistem OSS RBA.

Dokumen Wajib untuk Pendiri

  1. KTP elektronik — fotokopi atau scan KTP pendiri yang masih berlaku. Pastikan alamat di KTP sesuai dengan data kependudukan di Dukcapil agar proses verifikasi tidak tertahan.
  2. NPWP pribadi — nomor pokok wajib pajak atas nama pendiri. Jika belum memiliki NPWP, Anda bisa mengurusnya terlebih dahulu di kantor pajak atau melalui laman resmi DJP Online.
  3. Nama perusahaan — minimal terdiri dari dua kata dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing, dan tidak sama dengan nama badan hukum lain yang sudah terdaftar. Pengecekan ketersediaan nama dilakukan langsung di sistem AHU Kemenkumham.
  4. Alamat domisili — bukti kepemilikan atau sewa tempat usaha, misalnya sertifikat tanah, surat kontrak, atau surat pernyataan domisili dari pengelola gedung. Untuk usaha rumahan, cukup lampirkan surat keterangan domisili dari RT/RW setempat.
  5. Alamat email aktif — digunakan untuk menerima kode verifikasi dan dokumen elektronik dari OSS RBA.

Persyaratan Modal dan Kegiatan Usaha

Soal modal, ketentuan lama yang mewajibkan modal dasar minimal Rp50.000.000 sudah dihapus oleh UU Cipta Kerja. Kini besaran modal dasar ditentukan sepenuhnya berdasarkan kesepakatan pendiri, tanpa batas minimum. Modal ditempatkan dan disetor juga tidak diatur kaku — Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan operasional usaha.

PT perorangan hanya boleh digunakan untuk kegiatan usaha mikro dan kecil (UMK). Bidang usaha yang memerlukan izin khusus seperti perbankan, asuransi, atau pertambangan tidak bisa memakai bentuk badan hukum ini. Jika bidang usaha Anda membutuhkan sertifikat standar atau izin operasional dari kementerian teknis, dokumen tambahan tersebut akan diminta setelah PT perorangan terdaftar di OSS RBA.

Prosedur Pendirian PT Perorangan Langkah demi Langkah

Setelah seluruh dokumen dan data calon pendiri terkumpul, proses pendirian PT perorangan berjalan melalui beberapa tahap yang saling terhubung. Anda bisa mengurusnya sendiri atau menyerahkannya ke konsultan hukum, tetapi memahami alurnya tetap penting agar Anda bisa memantau progresnya.

Tahap 1: Siapkan Dokumen dan Data Calon Pendiri

Sebelum membuka sistem, pastikan data berikut sudah lengkap: nama lengkap, nomor KTP, NPWP pribadi, alamat domisili perusahaan, bidang usaha (KBLI), dan rencana modal dasar serta modal disetor. Kesalahan penulisan di tahap ini adalah penyebab paling umum pengajuan ditolak sistem.

Tahap 2: Pengajuan Nama dan Pendaftaran Melalui OSS RBA

Seluruh proses perizinan berjalan melalui sistem OSS RBA di situs resmi oss.go.id. Anda perlu membuat akun terlebih dahulu, lalu mengajukan nama PT perorangan. Sistem akan memeriksa ketersediaan nama tersebut secara otomatis. Setelah nama disetujui, Anda mengisi data pendiri dan mengunggah dokumen yang sudah disiapkan.

Tahap 3: Penerbitan Akta Pendirian oleh Notaris dan Pengesahan Kemenkumham

Berbeda dari PT biasa, PT perorangan tidak wajib memiliki akta notaris pada tahap awal. Pernyataan pendirian dibuat dalam bahasa Indonesia dan ditandatangani pendiri, lalu diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM melalui sistem AHU untuk mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum. Notaris baru dilibatkan jika Anda ingin membuat akta secara sukarela atau untuk keperluan tertentu seperti pengajuan kredit bank.

Tahap 4: Pembuatan NPWP dan Pengurusan Izin Usaha (NIB)

Setelah pengesahan badan hukum terbit, langkah berikutnya adalah mendaftarkan NPWP atas nama PT perorangan ke kantor pajak. Sistem OSS RBA kemudian akan menerbitkan NIB yang sekaligus berfungsi sebagai izin usaha dan Tanda Daftar Perusahaan. Untuk bidang usaha tertentu, Anda mungkin masih perlu mengurus izin tambahan seperti sertifikat standar atau izin lokasi.

Keseluruhan proses ini diperkirakan berjalan sekitar 5–10 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan respons sistem. Jika ada data yang perlu diperbaiki, proses bisa memakan waktu lebih lama. Perlu diingat bahwa syarat pendirian PT perorangan yang sudah Anda siapkan dengan baik akan mempercepat seluruh alur ini.

Biaya Pendirian PT Perorangan: Rincian Jasa dan Pungutan Resmi

Biaya pendirian PT perorangan sering menjadi pertanyaan terbesar setelah Anda memahami syarat pendirian PT perorangan. Penting untuk memisahkan dua jenis biaya yang berbeda: pungutan resmi negara dan biaya jasa profesional. Mencampur keduanya hanya akan membuat anggaran Anda keliru sejak awal.

Biaya Resmi Negara (PNBP) dan Perizinan

Pungutan resmi negara, seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kementerian Hukum dan HAM serta sistem OSS RBA, besarannya mengikuti ketentuan yang berlaku dan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, angka pastinya perlu Anda periksa langsung di sumber resmi seperti ahu.go.id atau oss.go.id sebelum mengajukan permohonan. Jangan pernah menganggap angka yang Anda lihat di artikel lama sebagai patokan tetap.

Biaya Jasa Konsultan Hukum

Berbeda dengan pungutan negara, biaya jasa adalah tarif yang ditetapkan oleh kantor konsultan atau firma hukum yang Anda tunjuk. Sebagai gambaran, firma hukum Jakarta Legal ID yang berdomisili di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menetapkan biaya jasa pendirian PT PMDN sekitar Rp13.500.000 dan PT PMA sekitar Rp18.500.000. Untuk pengurusan NIB melalui OSS RBA, biaya jasanya sekitar Rp3.500.000. Jika di kemudian hari perusahaan Anda membutuhkan akta perubahan, siapkan anggaran sekitar Rp10.000.000, dan untuk proses penutupan atau pembubaran PT sekitar Rp25.500.000.

Perlu ditegaskan bahwa angka-angka di atas adalah biaya jasa konsultan, bukan biaya resmi negara. Keduanya dibayarkan secara terpisah dan untuk tujuan yang berbeda.

Biaya Notaris dan Komponen Tambahan

Selain jasa konsultan, Anda tetap perlu membayar jasa notaris untuk pembuatan akta pendirian. Tarif notaris bervariasi tergantung kompleksitas dokumen dan kesepakatan Anda. Jika dokumen penunjang Anda berbahasa asing, tambahkan anggaran untuk jasa penerjemah tersumpah. Komponen ini sering terlupakan dan baru disadari saat proses berjalan.

Tips Menganggarkan Biaya Pendirian

  • Mintalah rincian biaya tertulis dari konsultan dan notaris sebelum menandatangani perjanjian, agar tidak ada biaya mendadak di tengah proses.
  • Siapkan dana cadangan sekitar 10-15 persen dari total estimasi untuk mengantisipasi dokumen yang perlu diperbaiki atau diterjemahkan ulang.
  • Bandingkan penawaran dari dua atau tiga penyedia jasa, tetapi jangan memilih hanya berdasarkan harga termurah — pastikan reputasi dan cakupan layanannya jelas.

Kewajiban Setelah PT Perorangan Berdiri

Setelah PT Perorangan resmi berdiri dan memiliki badan hukum, kewajiban Anda tidak berhenti di proses pendirian. Ada sejumlah kepatuhan berkala yang harus dipenuhi agar status badan usaha tetap aktif dan tidak terkena sanksi. Kelalaian di tahap ini justru lebih sering menjerat pelaku usaha daripada kesalahan saat mengurus syarat pendirian pt perorangan itu sendiri.

Kewajiban Pelaporan dan Perpajakan

PT Perorangan wajib menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan sesuai Standar Akuntansi Keangan (SAK) yang berlaku. Laporan keuangan ini menjadi dasar pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan yang harus dilaporkan paling lambat akhir bulan keempat setelah tahun buku berakhir. Selain itu, jika usaha Anda sudah memiliki omzet tertentu, Anda juga wajib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN serta memotong PPh Pasal 21, 23, dan 4 ayat (2) sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Kewajiban Perizinan Berusaha

NIB yang Anda terima saat pendirian bukanlah izin final. Untuk bidang usaha tertentu, Anda masih perlu mengurus sertifikat standar dan izin komersial atau operasional melalui OSS RBA. Pastikan Anda mengecek daftar kegiatan usaha yang memerlukan izin tambahan, misalnya izin edar untuk produk makanan, sertifikat halal, atau izin lingkungan. Perizinan ini bersifat dinamis dan harus diperbarui jika ada perubahan kegiatan usaha.

Kewajiban Ketenagakerjaan

Jika PT Perorangan Anda mempekerjakan karyawan, Anda wajib mendaftarkan mereka serta diri Anda sendiri ke program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kewajiban ini melekat sejak hari pertama karyawan bekerja, bukan setelah masa percobaan. Selain itu, Anda perlu membuat peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama jika jumlah karyawan telah memenuhi ambang batas tertentu, serta melaporkan data ketenagakerjaan secara berkala.

Sanksi Jika Kewajiban Tidak Dipenuhi

Konsekuensi kelalaian bervariasi, mulai dari sanksi administratif berupa denda hingga pembekuan izin usaha. Untuk keterlambatan pelaporan pajak, Anda dikenai denda per bulan. Sementara itu, NIB yang tidak diperbarui atau tidak diikuti izin yang sesuai dapat dicabut oleh sistem OSS, yang berujung pada status badan usaha nonaktif. Dalam kasus ekstrem, pembubaran PT Perorangan dapat dilakukan oleh negara melalui pengadilan.

Kesalahan Umum Saat Mengurus PT Perorangan dan Cara Menghindarinya

Kesalahan yang paling sering terjadi sebenarnya bukan pada dokumen, melainkan pada pemahaman aturan yang sudah berubah. Banyak calon pendiri masih berpegang pada ketentuan lama, lalu berujung pada penolakan permohonan di sistem OSS RBA.

Menganggap Modal Minimum Rp50 Juta Masih Berlaku

Ini kesalahan paling klasik. Ketentuan modal dasar minimum Rp50.000.000 sudah dihapus oleh UU Cipta Kerja. Sekarang, besar modal dasar ditentukan berdasarkan kesepakatan para pendiri dan dicantumkan dalam akta pendirian. Jika Anda masih menyiapkan anggaran dengan patokan Rp50 juta, Anda akan salah perhitungan biaya. Padahal, untuk PT perorangan, modal bisa jauh lebih kecil sesuai kebutuhan usaha.

Memilih PT Perorangan untuk Bidang Usaha yang Salah

PT perorangan tidak cocok untuk semua jenis usaha. Badan usaha ini hanya untuk usaha mikro dan kecil. Jika bidang usaha Anda termasuk daftar yang mewajibkan PT biasa—misalnya usaha yang melibatkan penanaman modal asing (PMA)—maka PT perorangan akan ditolak. Pastikan Anda mengecek daftar bidang usaha yang diizinkan sebelum mengajukan permohonan.

Tidak Memisahkan Biaya PNBP dan Jasa Konsultan

Banyak yang membandingkan harga jasa antar konsultan tanpa memahami bahwa biaya resmi negara (PNBP) dan biaya jasa adalah dua hal yang berbeda. Biaya PNBP besarannya mengikuti ketentuan yang berlaku dan perlu diperiksa di sumber resmi. Sementara biaya jasa konsultan untuk pengurusan dokumen berkisar antara Rp3.500.000 hingga Rp18.500.000 tergantung jenis layanan. Mencampur keduanya hanya akan membuat anggaran Anda tidak realistis.

Mengabaikan Kewajiban Pelaporan Setelah PT Berdiri

Setelah PT perorangan berdiri, kewajiban tidak berhenti. Anda tetap harus menyusun laporan keuangan, melaporkan kegiatan usaha secara berkala melalui OSS, dan memenuhi kewajiban perpajakan. Mengabaikan kewajiban ini bisa berujung pada sanksi administratif, bahkan pembubaran PT. Banyak pemilik usaha baru yang lengah di titik ini karena mengira urusan selesai setelah akta terbit.

Memahami syarat pendirian PT perorangan secara utuh—bukan hanya dokumennya—akan menyelamatkan Anda dari penolakan dan sanksi di kemudian hari. Jika ragu dengan klasifikasi usaha atau kewajiban pasca-pendirian, konsultasikan sejak awal agar prosesnya berjalan sesuai jalur resmi.

Konsultasi Gratis: Pastikan PT Perorangan Anda Berdiri Tanpa Hambatan

Artikel ini disusun sebagai bahan edukasi umum, bukan nasihat hukum resmi. Peraturan perundang-undangan, termasuk yang mengatur tentang perseroan terbatas, dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan hukum dan bisnis Anda, selalu verifikasi ketentuan terbaru melalui sumber resmi seperti oss.go.id, ahu.go.id, atau konsultasikan dengan profesional hukum.

Jika Anda ingin memastikan seluruh syarat pendirian PT perorangan Anda sudah lengkap dan sesuai ketentuan yang berlaku, tim Jakarta Legal ID siap membantu. Kami berlokasi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan berpengalaman mendampingi pendirian badan usaha untuk berbagai skala bisnis.

Layanan konsultasi awal kami gratis dan tanpa komitmen. Anda bisa mendiskusikan rencana usaha, kondisi dokumen yang sudah dimiliki, serta bertanya seputar prosedur dan estimasi biaya jasa pendirian. Tim kami akan memandu Anda mulai dari tahap persiapan dokumen hingga pengurusan izin melalui sistem OSS RBA dan AHU.

Jangan biarkan ketidaklengkapan administrasi menghambat legalitas usaha Anda. Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan pastikan PT perorangan Anda berdiri dengan proses yang benar, aman, dan sesuai regulasi terbaru.